Pro-Kontra Pengaturan Tiket Pesawat Terbang Murah

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan kebijakan penghapusan tiket penerbangan murah lebih untuk menertibkan masalah regulasi dan izin penerbangan.

“Tapi yang penting bukan penghapusan tiket murah, seperti yang Pak Menteri Jonan katakan. Yang penting itu tentang keselamatan,” ujar Sofyan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/1).

Menteri Sofyan mengakui bahwa tiket penerbangan murah adalah bagian dari model bisnis. Dengan tiket yang terjangkau, lebih banyak orang yang bisa naik pesawat terbang dan akhirnya berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

Tapi menurut Sofyan, kebijakan pengaturan tarif batas bawah tiket penerbangan minimal 40 persen dari tarif batas atas, lebih untuk menertibkan masalah regulasi dan izin penerbangan. “Saya pikir itu bagian dari upaya peningkatan keselamatan,” kata Sofyan.

Khusus untuk regulasi penerbangan, Sofyan menilai harus dilakukan pengecekan secara komprehensif agar keselamatan penerbangan bisa ditingkatkan. “Dan di saat yang sama industri penerbangan murah berkembang sangat cepat. Cepat oke, tapi yang penting keselamatan,” ucap dia.

Sofyan mengatakan pemerintah juga harus memikirkan perkembangan multimoda transportasi. “Karena kalau cepat pertumbuhannya, akibatnya matinya industri alternatif, misalnya di darat dan laut,” ujar Sofyan. Oleh sebab itu, kata dia, kebijakan komprehensif harus dijaga dan ditingkatkan.

Begitulah berita yang dikutip CNN Indonesia. Memang selama ini kita lebih memilih untuk bepergian menggunakan pesawat terbang jika ada penerbangan yang menjual tiket dengan harga murah tanpa memikir efek sampingnya.

Peraturan baru, Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 91 Tahun 2014 tentang penentuan tarif batas bawah merupakan penyempurnan dari PM 51 Tahun 2014. Pada PM 51, tarif batas bawah ditetapkan sebesar 30% kemudian direvisi ke angka 40% dari tarif batas atas.

Proses penyusunan dan penyempurnaan PM 91 dilakukan sebelum peristiwa QZ8501 meskipun baru diteken Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada tanggal 30 Desember 2014.

Memang lebih baik jika kenaikan harga tiket pesawat terbang juga dibarengi dengan kenyamanan pelanggan dan keramahan dari pihak maskapai. Masalah aman atau tidaknya, semua ada di tangan tuhan. Jangankan naik pesawat, menyeberang jalan saja sudah bisa membuat kita tertabrak.

Sumber: detikFinance.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s