Tidak Menghormati Bahasa Indonesia

Kalian pasti pernah mendengar teman atau orang di sekitar kalian berkata “Engga hormatin bahasa sendiri banget deh, lo.” Kebanyakan kalimat tersebut dilontarkan ke seseorang yang asli Indonesia tapi lebih suka berbicara dengan bahasa asing. Bahasa Inggris disini menjadi contohnya.

Mau tahu siapa yang sebenarnya tidak menghormati bahasa sendiri? Biasanya orang yang berkata demikianlah yang tidak menghormati bahasa sendiri. Bahasa ‘Gaul‘ sudah menyebar ke seluruh penjuru Indonesia. Yang paling terkenal masih “gw/gue/gua” dan “loe/lo/lu” yang berarti aku dan kamu. Meskipun menurut KBBI Online kata-kata tersebut sebagian ada, tapi tetap saja kata-kata tepat yang berarti saya adalah “saya” dan “anda” untuk kata yang berarti kamu.

Memang tidak semua orang nyaman dipanggil ataupun memanggil dengan kata tersebut. Jaman sekarang di kalangan remaja, kata-kata “aku dan kamu” hanya pas jika kita berbincang dengan orang yang pacaran (tentu tidak semua, tapi banyak yang berpikiran seperti itu). Saya tidak menyalahkan mereka karena memang kata-kata tersebut terlalu baku.

Di tahun 2014 sendiri banyak sekali kata-kata baru yang sangat tidak berarti bagi orang awam. Remaja sekarang (khususnya SMA), menggunakan kata-kata seperti “danta“, “baper“, “hacep“, dll. Bagi orang-orang yang lebih tua pasti tidak akan mengerti apa arti kata-kata tersebut. Untuk arti dari kata-kata tersebut, bisa dilihat di sini.

Lalu apa salahnya menggunakan Bahasa Inggris jika memang kita mampu untuk mengucapkannya dengan jelas. Toh Bahasa Inggris sendiri sudah diakui sebagai Bahasa Internasional. Sejak SD atau mungkin TK kita sudah diajarkan tentang Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, lalu kenapa ketika kita mempraktikan di dunia nyata malah disebut tidak menghormati bahasa sendiri? Lalu, apakah di sekolah kita diajarkan tentang arti kata-kata gaul seperti diatas? Tidak, bukan?

Intinya, sadari kesalahan diri sendiri sebelum menuduh orang lain mengenai kesalahan mereka. Saya bukan orang sempurna, saya masih menggunakan beberapa kata-kata gaul seperti “gua” dan “lu“. Dan saya juga menggunakan bahasa Inggris jika sedang berbincang melalui dunia maya, karena saya mampu dan lawan bicara saya juga mampu mengetik bahasa Inggris tersebut dengan benar.

Jadi, siapakah yang sebenarnya tidak menghormati Bahasa Indonesia? I’m not one to judge.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s