Stereotipe Wanita Lemah

Kenapa wanita selalu dianggap lemah? Meskipun saya belum punya jawaban untuk itu, banyak hal yang merugikan dengan pernyataan tersebut. Pernyataan yang selalu diberi tahu turun temurun, bahwa seorang lelaki harus menghormati wanita karena wanita tergolong lemah.

Jaman sekarang semua memang sudah berubah. Banyak wanita yang bisa menjadi tentara dan berperang ke luar negeri. Ada pula polisi wanita yang terkadang harus berhadapan dengan maut saat menangkap para pelaku kriminal. Banyak juga pekerjaan lain yang biasanya dikerjakan oleh pria, kini wanita ikut mengerjakannya.

Lalu pertanyaannya, apakah wanita diuntungkan atau dirugikan dengan pernyataan tersebut? Dan apakah pria diuntungkan atau dirugikan dengan pernyataan tersebut.

Mari lihat, 2 video yang saya temukan di Youtube. Acara ‘What Would You Do?’ yang ditayangkan di ABC, saluran tv Amerika ini menayangkan sebuah skenario yang banyak ditemukan di kehidupan nyata, dan mencari tahu apa yang akan orang-orang lakukan jika melihat skenario tersebut.

Dari 2 video tersebut, bisa dikatakan kalau orang-orang lebih peduli dan melindungi kaum wanita yang selalu dianggap lemah. Video pertama menunjukkan skenario sekelompok anak muda yang memukuli orang yang tidak punya rumah. Ada 3 contoh kasus yang bisa kita lihat disana. Pertama, sekelompok anak muda tersebut mengganggu dan memukuli pria yang tidak punya rumah. Kedua, sekelompok anak muda tersebut memukuli pria yang tidak punya rumah dengan senjata keras. Dan terakhir, sekelompok anak muda tersebut mengganggu dan memukuli wanita yang tidak punya rumah. Meskipun akhirnya beberapa orang menolong kaum yang tidak punya rumah tadi, pertolongan datang jauh lebih cepat jika korban adalah wanita. Entah mengapa hal ini bisa terjadi. Apa karena kaum pria jauh lebih kuat dengan wanita?

Video kedua menunjukkan skenario pelayan toko yang mencurangi seorang pria dan wanita yang buta dengan memberi uang kembalian yang jauh lebih sedikit dari seharusnya. Di video ini, jelas sekali kaum wanita dianggap lemah dan ditolong hampir oleh setiap orang yang berbelanja di toko tersebut. Bahkan ada saat dimana pria buta tersebut diberi kembalian yang kurang, orang-orang hanya memandang dan tidak melakukan apapun. Mengapa bisa begitu?

Bukankah kita dilahirkan sebagai manusia? Perbedaan jenis kelamin seharusnya tidak berlaku dalam kasus-kasus seperti diatas. Semoga orang-orang lebih sering menolong orang lain tanpa memandang jenis kelamin atau ras mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s