Kenapa?

Kenapa?

Kenapa di dunia ini terdapat perbedaan?

Kenapa laki-laki dan perempuan dilahirkan berbeda?

Beberapa orang mungkin hanya akan berpikir kalau laki-laki dan perempuan dilahirkan berbeda agar mereka bisa bersatu, menikah, memiliki anak dan membangun sebuah keluarga baru yang akan menjadi bibit-bibit untuk keluarga-keluarga baru yang akan datang.

Tapi, apakah itu saja yang menjadi alasan kenapa mereka berbeda?

Seperti di post sebelumnya, perempuan atau wanita terlahir sebagai makhluk lemah yang butuh seorang laki-laki atau pria untuk menjaganya. Masih membicarakan tentang stereotipe perempuan yang selalu dianggap lemah. Dalam beberapa kasus, hal tersebut mungkin akan membantu bagi kaum perempuan, tapi terkadang hal tersebut malah hanya membuat kaum perempuan geram dan berusaha untuk menyuarakan kalau mereka mampu untuk hidup mandiri dan mendeklarasikan diri kalau mereka tidak lemah.

Lalu, bagaimana nasib laki-laki? Makhluk yang dianggap lebih kuat dibanding perempuan, meski pada kenyataannya tidak selalu. Banyak laki-laki yang membutuhkan pertolongan orang lain. Banyak laki-laki yang dilahirkan dengan kondisi yang tidak se-sempurna manusia lainnya? Apakah itu berarti mereka tidak butuh pertolongan? Karena jika dilihat pada jaman sekarang, laki-laki selalu dianggap sebagai makhluk mandiri dan setidaknya bisa menjaga diri sendiri. Dan itulah yang menjadi alasan kenapa jaman sekarang sering terjadi kecelakaan dan kriminal yang berakibat fatal.

Kasus baru, saudara saya sendiri belum lama ini mengalami kecelakaan di sebuah jalan. Kejadiannya pun saya kurang tahu jelas, tapi yang membuat saya bertanya adalah ketika dia berkata “Saya jatuh dari motor karena ada lubang yang besar tapi tidak terlihat dari jauh. motor saya terbalik dan menimpa kaki saya hingga patah tulang. Tapi tidak ada yang menolong, orang-orang hanya lewat saja sampai 30 menit kemudian, petugas mendatangi dan membantu saya ke rumah sakit.”

Kenapa?

Kenapa harus menunggu 30 menit?

Kenapa orang-orang tidak ada yang peduli?

Iklan

Perseteruan KPK dan Polri

Perseteruan antara lembaga Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasuki babak baru. Hal ini ditandai dengan munculnya gugatan praperadilan yang diajukan oleh Polri terkait calon kapolri Komjen Pol Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Dan tak sampai di situ, calon kapolri yang sudah disetujui DPR ini juga melaporkan dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, ke Kejaksaan Agung.

Praperadilan nantinya akan menguji sah atau tidaknya penetapan status tersangka yang dilabelkan KPK kepada Komjen Budi Gunawan dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa. Sedangkan, laporan Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung, menurut pengacaranya, lantaran Abraham Samad dan Bambang Widjojanto menyalahgunakan wewenang. Kedua pimpinan KPK dianggap melakukan pembiaran kasus.

Direktur Eksekutif Pengawas Aparatur Sipil Negara (Pengawas ASN) Sangga Sinambela, menyanyangkan sikap yang dipertontonkan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini didepan publik. Dua institusi tersebut, kata Sangga, akhir-akhir ini terlihat “cakar-cakaran”. Sedangkan enurut Bambang Soesatyo, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, Presiden Joko Widodo harus memulihkan semua kekuatan dan wewenang yang melekat pada Hak Prerogatif Presiden. Semua kekuatan dan wewenang itu harus digunakan sepenuh-penuhnya untuk menyelesaikan persoalan yang sedang menyelimuti negara akhir-akhir ini, yang ditandai dengan memanasnya perseteruan Polri dan KPK.

Kata Sangga, sebenarnya mereka sudah melenceng dari tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Sebab ujar Sangga, tidak ada satupun aturan yang menyatakan, jika ditemukan persoalan yang seperti itu maka solusinya adalah ribut-ribut.

KPK harus selalu berpegang pada asas hukum dan mengikis semaksimal mungkin adanya kepentingan tertentu dalam menetapkan tersangka. Sementara, lembaga Polri juga tidak boleh melakukan tindakan-tindakan di luar ranah hukum dengan menarik para penyidiknya di KPK atau tindakan-tindakan lain yang justru akan membuat suhu politik di  negeri ini semakin memanas.

Sumber: Tribunnews, Wartaharian, Republika.

Pro-Kontra Pengaturan Tiket Pesawat Terbang Murah

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan kebijakan penghapusan tiket penerbangan murah lebih untuk menertibkan masalah regulasi dan izin penerbangan.

“Tapi yang penting bukan penghapusan tiket murah, seperti yang Pak Menteri Jonan katakan. Yang penting itu tentang keselamatan,” ujar Sofyan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/1).

Menteri Sofyan mengakui bahwa tiket penerbangan murah adalah bagian dari model bisnis. Dengan tiket yang terjangkau, lebih banyak orang yang bisa naik pesawat terbang dan akhirnya berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

Tapi menurut Sofyan, kebijakan pengaturan tarif batas bawah tiket penerbangan minimal 40 persen dari tarif batas atas, lebih untuk menertibkan masalah regulasi dan izin penerbangan. “Saya pikir itu bagian dari upaya peningkatan keselamatan,” kata Sofyan.

Khusus untuk regulasi penerbangan, Sofyan menilai harus dilakukan pengecekan secara komprehensif agar keselamatan penerbangan bisa ditingkatkan. “Dan di saat yang sama industri penerbangan murah berkembang sangat cepat. Cepat oke, tapi yang penting keselamatan,” ucap dia.

Sofyan mengatakan pemerintah juga harus memikirkan perkembangan multimoda transportasi. “Karena kalau cepat pertumbuhannya, akibatnya matinya industri alternatif, misalnya di darat dan laut,” ujar Sofyan. Oleh sebab itu, kata dia, kebijakan komprehensif harus dijaga dan ditingkatkan.

Begitulah berita yang dikutip CNN Indonesia. Memang selama ini kita lebih memilih untuk bepergian menggunakan pesawat terbang jika ada penerbangan yang menjual tiket dengan harga murah tanpa memikir efek sampingnya.

Peraturan baru, Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 91 Tahun 2014 tentang penentuan tarif batas bawah merupakan penyempurnan dari PM 51 Tahun 2014. Pada PM 51, tarif batas bawah ditetapkan sebesar 30% kemudian direvisi ke angka 40% dari tarif batas atas.

Proses penyusunan dan penyempurnaan PM 91 dilakukan sebelum peristiwa QZ8501 meskipun baru diteken Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada tanggal 30 Desember 2014.

Memang lebih baik jika kenaikan harga tiket pesawat terbang juga dibarengi dengan kenyamanan pelanggan dan keramahan dari pihak maskapai. Masalah aman atau tidaknya, semua ada di tangan tuhan. Jangankan naik pesawat, menyeberang jalan saja sudah bisa membuat kita tertabrak.

Sumber: detikFinance.

Teknologi Pencarian Blackbox

Fungsi dari kotak hitam sendiri adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC) serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan. Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam tetapi berwarna jingga (oranye). Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan. Penempatan kotak hitam ini dilakukan sedemikian rupa sehingga mudah ditemukan. Umumnya terdapat dua unit kotak hitam yang diletakkan pada bagian depan pesawat dan bagian ekor pesawat, yang diyakini merupakan bagian yang utuh ditemukan.

Lalu bagaimana caranya mencari Blackbox jika pesawat hilang, tenggelam atau hancur karena kecelakaan? Salah satunya dibantu teknologi sonar atau sound navigation and ranging.

Sonar adalah suatu metode memanfaatkan perambatan suara di dalam air untuk mengetahui keberadaan obyek di bawah permukaan air. Secara garis besar sistem kerja sebuah peralatan sonar adalah mengeluarkan sumber bunyi yang akan menyebar di dalam air.

Bunyi ini akan dipantulkan obyek di dalam air dan diterima kembali sistem sonar tersebut. Berdasarkan penghitungan kecepatan perambatan suara di dalam air maka letak obyek dalam air dapat diketahui jaraknya dari sumber suara.

Pada peralatan sonar yang lebih canggih tak hanya keberadaan obyek, bentuk fisik atau bahan pembentuk obyek juga dapat diketahui.

Teknologi sonar kini dipakai untuk mendeteksi keberadaan kotak hitam dan puing pesawat AirAsia QZ8501. Gelombang suara yang dipantulkan sonar akan menyebar di dalam air dan mencari keberadaan obyek yaitu pesawat AirAsia QZ 8501.

Teknologi sonar sebelumnya juga digunakan mencari keberadaan pesawat Malaysia MH 370 yang hilang pada Maret 2014 lalu. Selama ini sonar telah dipergunakan untuk mendeteksi kapal selam, ranjau di kedalaman air, penangkapan ikan secara komersil, serta keselamatan dan komunikasi di bawah laut.

 

Sumber: Beritasatu.

Pengukuran Kualitas Website

Mengukur kualitas Web dapat dilakukan dengan dua metode, yang pertama adalah dengan Metode Servqual dan yang kedua adalah dengan Metode Webqual. Apa itu Metode Servqual & Metode Webqual?
Metode Servqual dikembangkan oleh Berry, Zeithaml, dan Parasuraman (1990). Dimana harapan, kepuasan pelanggan dan kualitas layanan mempunyai hubungan yang dapat diukur dari kualitas pelayanannya (service quality), kepuasan pelanggan dihitung dengan membandingkan predikasi dan presepsi dari pelanggan. Dalam kuesioner yang disebar nantinya akan terdapat penilaian pelanggan terhadap dua bagian penting yaitu:
  1. Bagian Ekspektasi, yang memuat pernyataan-pernyataan untuk mengetahui dengan pasti harapan umum (ekspektasi) dalam konsumen terhadap sebuah jasa.
  2. Bagian Persepsi, yang memuat pernyataan-pernyataan untuk mengukur pandangan konsumen terhadap perusahaan dengan kategori tertentu.
Metode Webqual merupakan salah satu metode atau teknik pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi pengguna akhir. Metode ini merupakan pengembangan dari Servqual – yang disusun oleh Parasuraman, yang banyak digunakan sebelumnya pada pengukuran kualitas jasa. Instrumen penelitian pada Webqual tersebut dikembangkan dengan metode Quality Function Development (QFD).

Webqual dapat digunakan untuk menganalisis kualitas beberapa website, baik website internal perusahaan (intranet) maupun website eksternal. Persepsi penggunaan tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu persepsi tentang mutu layanan yang dirasakan (aktual) dengan tingkat harapan (ideal).
Sumber: Dari sini, sini dan sini.