Dampak Positif dan Negatif dari Game Online

Sejak dulu, yang namanya Game (permainan) memang selalu membuat anak-anak menjadi gembira, jika permainan itu menguntungkan. Buruknya, jaman sekarang Game Online merajalela dimana-mana. Ada saat dimana Warung Internet tersebar di setiap jalan hanya untuk memuaskan pecinta game online.

Dampak positif dari Game Online sebenarnya ada. Mereka akan cenderung lebih mudah berkonsentrasi dengan hal yang mereka ingin kerjakan. Dan bagi anak-anak yang diharuskan melakukan perawatan intensif dirumah sakit sampai berminggu-minggu, bermain game online maupun game biasa bisa membuat mereka lebih relaks dan tidak mudah stress.

Dampak negatif dari Game Online malah lebih banyak. Game Online memang bisa membuat mereka jadi lebih mudah berkonsentrasi dengan hal yang mereka ingin kerjakan. Hanya yang ingin mereka kerjakan. Dan pelajaran bukanlah salah satunya. Mereka malah tidak akan bisa berkonsentrasi terhadap pelajaran jika mereka sudah kecanduan game online. Selain itu, Game Online juga membuat orang menjadi sulit untuk bersosialisasi. Kesibukan bermain sudah menjadi pekerjaan sehari-hari dan tidak ada waktu untuk berbincang dengan orang sekitar.

Sumber: http://www.gudangkesehatan.com/dampak-positif-dan-negatif-dari-bermain-game-online/

Iklan

Perseteruan Ahok dengan FPI di mata…SAYA!

Admit it, semua orang engga bakal kaget melihat berita FPI yang menolak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Di sebuah video yang di unggah di facebook (lihat disini) menunjukkan bagaimana Habib Rizieq menjelaskan bahwa FPI tidak menolak kepemimpinan Ahok, namun menolak pemimpin kafir. Hal pertama yang datang ke otak saya adalah “HAHAHA”. Saya tertawa bukan karena setuju dengan mereka. Malahan saya menolak dengan apa yang disebutkan Habib Rizieq di awal video tersebut. Indonesia memang merupakan negara dengan mayoritas penduduknya merupakan muslim, tapi itu tidak juga berarti kalau Indonesia merupakan negara muslim.

Saya mungkin bukan seorang yang religius. Saya seorang muslim, namun sepertinya hanya seorang muslim yang biasa-biasa saja. Yang selalu berbuat dosa setiap harinya. Namun yang dilakukan FPI secara keseluruhan hanya membuat umat Islam malu. Pernah dengar ISIS? Iya, mungkin hampir bisa dipastikan kedua organisasi itu sama. Sama-sama organisasi yang mengatasnamakan agama namun malah membuat orang yang beragama sama menjadi kesal. Tak heran jika di Amerika Serikat ada sebutan “Islamophobia”, fobia terhadap seorang muslim. Terdengar kasar? Tenang, kehidupan itu memang kasar.

Menurut saya, Ahok sangat pantas memimpin Jakarta. Hampir semua keputusan yang dijalankan Jokowi semasa dia memerintah Jakarta adalah sebenarnya keputusan Ahok. Tanpa Ahok, mungkin Jakarta tidak akan bisa menjadi seperti sekarang. Jika FPI tidak mau dipimpin oleh Gubernur sehebat Ahok, kenapa tidak mereka pindah saja ke kota lain? Cari yang gubernurnya beragama sama dengan mereka. Atau mungkin lebih baik jika FPI pindah ke “negara muslim” lainnya supaya mereka bisa hidup tenang dengan prinsip kehidupan masing-masing. Kenapa harus membuat orang banyak menjadi kesal melalui aksi-aksi anarkis yang mengatasnamakan sebuah agama atau organisasi tertentu? Bukannya itu termasuk dosa? Berpikir sebelum beraksi, FPI.

Dampak Kenaikan BBM

Alangkah baiknya jika tidak membicarakan kehidupan orang lain, namun lihatlah kehidupan diri sendiri yang belum tentu semuanya benar.

Naiknya Bahan Bakar Minyak telah meresahkan warga Indonesia akhir-akhir ini. Banyak yang mencaci maki presiden baru atas keputusan ini. Memang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kali ini termasuk salah satu yang paling membuat warga kesal. Harga Bensin (Premium) kali ini tidak jauh beda dengan harga Pertamax. Bagi pengguna bahan bakar Pertamax (seperti saya), ini sebuah kemajuan. Premium bersubsidi sengaja diadakan karena pemerintah ingin membantu warga yang kurang mampu. Namun apa yang terjadi jika yang membeli Premium bersubsidi hampir kebanyakan mobil-mobil dan motor-motor mewah. Rasanya seperti orang yang tidak tahu diri.

Naiknya BBM membuat orang berpikir ulang mengenai apa yang akan terjadi kepada Indonesia dibawah pemerintahan Jokowi. Banyak juga orang yang mendukung Jokowi mati-matian sampai meskipun perbuatannya salah, mungkin akan tetap dibilang benar oleh mereka. Berbanding terbalik dengan SBY yang setiap harinya mendapat hujatan dari warga Indonesia. Tidak adil, bukan?

Menurut saya, naiknya harga BBM ini bisa menyadarkan para pengguna jalan dan pemilik kendaraan untuk bisa berhemat. Namun, tidak jika harga BBM yang naik ikut membuat harga kebutuhan pokok menjadi naik. Bagi orang-orang yang sudah bekerja mungkin mereka bisa lega kalau perusahannya memutuskan untuk menaikkan gaji mereka. Namun, bagi mahasiswa atau murid yang masih sekolah yang juga masih bergantung dari uang jajan yang diberikan orangtua, tidaklah mungkin orang tua akan menaikkan uang jajan hanya karena harga BBM yang naik. Bisa jadi mahasiswa dipaksa untuk berdiet demi bisa menghidupi dirinya sendiri.

Sifat Penting Seorang Pemimpin

Apakah sifat-sifat yang patut dimiliki oleh seorang pemimpin? Kelas kami mengadakan survey beberapa waktu menanyakan hal yang sama. Kesimpulan dari survey tersebut, ada 10 sifat yang menurut kami wajib untuk dimiliki oleh seorang pemimpin. Berikut sifat-sifatnya:

  • Kepemimpinan / Kemampuan Berorganisasi
  • Kemampuan Analisis
  • Integritas / Kejujuran
  • Bertanggung Jawab
  • Disiplin
  • Kemampuan Berkomunikasi
  • Kreatifitas
  • Mudah Bergaul / Kemampuan Interpersonal
  • Kemampuan Bekerja Sama
  • Motivasi

Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah “Apa hal paling penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimipin?” Kelas kami lalu melakukan survey kedua, menentukan apa yang menurut kami paling penting dimiliki oleh seorang pemimpin. Berikut urutan dari hasil survey tersebut:

  1. Integritas / Kejujuran
    Dari peringkat 1-10 yang sudah disusun oleh masing-masing mahasiswa, saya termasuk salah satu orang yang memilih Kejujuran sebagai sifat terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Siapapun anda, dimanapun anda bekerja dan dengan siapapun anda bekerja, anda harus memiliki sifat ini. Bukan hanya pemimpin atau seorang manajer. Mulai dari pekerjaan seperti cleaning service sampai pekerjaan seperti anggota DPR, anda harus jujur untuk mendapatkan kepercayaan orang sekitar. Dengan adanya kejujuran, pekerjaan akan dengan mudah terselesaikan dan anda bisa dengan mudah mendapat keuntungan darinya.
  2. Kepemimpinan / Kemampuan Berorganisasi
    Saya juga memilih sifat ini dalam posisi kedua. Sebagai pemimpin atau seorang manajer yang sering membagi pekerjaan dengan para bawahannya, sifat Kepemimpinan sangatlah penting dimiliki. Seorang pemimpin yang memiliki sifat Kepemimpinan yang baik akan dengan mudah mendapat respect dari kolega dan bawahannya. Dan itulah yang diinginkan oleh semua pemimpin, respect.
  3. Bertanggung Jawab
    Seorang pemimpin juga harus dapat bertanggung jawab akan segala yang dilakukan olehnya dan para bawahannya. Meski saya tidak memilih sifat ini di posisi ketiga (saya memilih sifat ini sebagai peringkat keempat), sifat ini sangatlah penting untuk dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin yang tidak bertanggung jawab akan dengan mudah dibenci oleh kolega dan bawahannya. Karena pemimpin yang tidak bertanggung jawab bukan hanya dapat merugikan diri sendiri, namun bisa merugikan bawahannya dan bahkan perusahannya.
  4. Disiplin
    Saya memilih sifat ini di posisi keempat. Sebenarnya sifat Disiplin dan Bertanggung Jawab sangatlah penting, itu yang membuat saya bingung jika harus memberi peringkat diantara kedua sifat ini. Pemimpin yang Disiplin akan dengan mudah menciptakan suasana kerja yang nyaman. Disiplin bukan berarti keras. Dan Disiplin disini bukan hanya terhadap waktu. Disiplin terhadap peraturan yang berlaku juga sangat dibutuhkan. Sifat ini bisa menular, itulah yang diharapkan dari seorang pemimpin. Menularkan sifat Disiplin ke bawahannya supaya mereka tergerak untuk melaksanakan tugasnya tepat waktu dan tidak menimbulkan banyak masalah.
  5. Kemampuan Berkomunikasi
    Saya juga memilih sifat ini di posisi kelima. Kemampuan Berkomunikasi merupakan hal wajib untuk dimiliki oleh seorang pemimpin. Benar, beberapa pemimpin memilih untuk membiarkan juru bicara-nya untuk berbicara di depan umum, dan beberapa pemimpin memilih asisten-nya untuk berkomunikasi dengan kolega dalam hal mengatur perjanjian dan pertemuan formal. Inilah alasan saya memilih sifat ini di posisi kelima, meskipun memang seorang pemimpin harus mampu berkomunikasi untuk bisa tetap menjalin hubungan yang baik terhadap kolega dan bawahannya.
  6. Kemampuan Analisis
    Dari kesepuluh sifat diatas, menurut saya sifat ini bukan termasuk golongan sifat terpenting. Saya memilih sifat ini di posisi kedelapan. Memang seorang pemimpin perlu memiliki sifat ini, sifat yang mungkin bisa mendorong perusahannya kearah yang lebih baik dengan menganalisa segala sesuatu yang terjadi di bisnisnya. Namun, sekarang banyak pemimpin yang lebih memilih untuk merekrut orang lain untuk menjalankan tugas ini.
  7. Kemampuan Bekerjasama
    Saya juga memilih sifat ini di posisi ketujuh. Di hidup ini, manusia tidak ada yang bisa hidup sendiri. Manusia merupakan makhluk sosial, termasuk juga seorang pemimpin. Pemimpin yang tidak bisa bekerjasama dengan kolega dan bawahannya sudah bisa dipastikan akan membuat perusahaannya jatuh dan tidak bangkit lagi. Kerjasama yang baik selain dapat menciptakan suasana kerja yang tenang, juga bisa memudahkan perusahannya memperoleh afiliasi.
  8. Kreatifitas
    Saya memilih ini sebagai peringkat keenam. Seorang pemimpin yang kreatif jelas akan membuat perusahaannya lebih maju. Jaman sekarang, kreatifitas sangat dibutuhkan bukan hanya oleh seorang pemimpin. Semua orang kreatif akan dengan mudah memperoleh pekerjaan dan juga dengan mudah meraih kenaikan jabatan.
  9. Motivasi
    Saya memilih ini sebagai peringkat kesepuluh. Memang seorang pemimpin harus memiliki motivasi agar pekerjaannya lancar. Seorang pemimpin yang tidak memiliki motivasi cenderung akan bekerja dengan malas-malasan. Selain itu, seorang pemimpin juga perlu untuk bisa memotivasi bawahannya agar bekerja dengan baik. Tanpa sifat motivasi, jelas perusahaan akan jatuh dan tidak bisa bangkit kembali dan mungkin akan mencapai kebangkrutan lebih cepat.
  10. Kemampuan Bergaul / Kemampuan Interpersonal
    Banyak yang merasa kalau seorang pemimpin hanya bergaul dengan orang setingkat mereka–yaitu sesama pemimpin. Hanya sedikit pemimpin yang mau bergaul dengan bawahannya. Padahal, jika seorang pemimpin mau bergaul dengan bawahannya, selain mendapat respect dari bawahannya, dia juga akan mampu memotivasi bawahannya untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman.

Kemampuan Bangsa Indonesia dalam Mengembangkan Teknologi

Bangsa Indonesia sebenarnya memiliki banyak SDM yang mampu untuk mengembangkan teknologi. Tapi entah mengapa, Indonesia masih termasuk bangsa yang bergantung kepada negara lain dalam masalah teknologi itu sendiri.

Pertanyaannya, apakah Bangsa Indonesia mampu mengembangkan teknologi yang bisa mengubah keadaan sosial?

Dilihat dari kandungan teknologi pada ekspor produk manufaktur tahun 1992/1994, diantara Tiga Macan Baru Asia (Malaysia, Indonesia, dan Thailand) dan Empat Macan Asia (Korea, Taiwan, Singapore, dan Hong Kong) ternyata Indonesia berada pada tingkat paling rendah. Bahkan dibanding 3 negara Asia lain (Cina, India, dan Pakistan) pun hanya berada sedikit di atas Pakistan dan sedikit di bawah India dan Cina.

Kenyataan di atas seakan membenarkan skeptisme dan pesimisme bahwa pelaku industri kita umumnya kurang berminat pada upaya-upaya teknologis dan inovatif. Pemerintah, dengan dalih memacu kemampuan teknologi, justru sering membuat kebijakan yang merusak mekanisme pasar, termasuk motivasi swasta melakukan upaya-upaya teknologis dan inovatif (technological and innovative efforts, TIEs).

Tak perlu mencari pihak mana yang salah. Kita butuh saling pengertian antara pemerintah dan pelaku industri. Keduanya bertanggung-jawab atas rendahnya kemampuan teknologi nasional. Perlu kita cari bersama penyebabnya, agar benar-benar dapat menjadi Macan (Baru) Asia.

Sumber: http://www.kamusilmiah.com/teknologi/kesiapan-kemampuan-teknologi-nasional-menjadi-macan-asia/