Profesi di Bidang Teknologi Informasi

Sebelumnya sudah ada bisnis-bisnis yang berhubungan dengan teknologi informasi, kali ini  akan disebutkan beberapa profesi yang masih berhubungan dengan bidang teknologi informasi.

Beberapa profesi ini menyangkut jenis bisnis jasa yang sebelumnya disebut disini.

  • Kelompok pertama adalah mereka yang merancang, memperbaiki dan mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem operasi, sistem basis data dan sistem aplikasi.
    • Analis sistem, mereka merupakan orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan. Mereka akan menganalisis sistem yang ada, kelebihan serta kekurangan sistem tersebut dan studi kelayakan dari desain sistem yang akan dikembangkan.
    • Programmer, mereka merupakan orang yang mengimplementasikan rancangan dari analis sistem. Mereka yang membuat program sesuai dengan sistem yang sebelumnya sudah dianalisis.
    • Web programmer, mereka merupakan orang yang membuat website sesuai dengan hasil desain rancangan.
    • Web designer, mereka merupakan orang yang melakukan perancangan desain mulai dari perencanaan sampai desain website jadi. Mereka biasanya merupakan tim yang berisi beberapa orang yang menangani aspek-aspek yang berbeda.
  • Kelompok kedua adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras.
    • Technical engineer, sering disebut teknisi, adalah orang yang berkecimpung di bidang teknik komputer. Mereka melakukan pemeliharaan dan perbaikan perangkat sistem.
    • Networking engineer, adalah orang yang berkecimpung di bidang teknik jaringan komputer. Mereka melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan di perangkat sistem.
  • Kelompok ketiga adalah mereka yang bergelut di bidang operasional sistem informasi.
    • EDP Operator, adalah mereka yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi.
    • System administrator, merupakan mereka yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem. Mereka memiliki kewenangan dalam menggunakan hak akses terhadap sistem serta hal-hal lain yang berhubungan dengan peraturan operasional sebuah sistem.

Sumber:

http://ensiklopediasli.blogspot.co.id/2015/09/profesi.dalam.bidang.teknologi.informasi.software.hardware.brainware.html

Jenis Bisnis di Bidang Teknologi Informasi

Perkembangan internet dan teknologi membuat bisnis dalam dunia teknologi informasi berkembang dengan pesat. Tidak bisa dipungkiri bahwa hasil dari bisnis ini juga menjanjikan dengan prospek kerja yang baik.

Ada 2 jenis bisnis di bidang teknologi informasi, yaitu:

  • Produk
    Dalam bisnis produk, penyedia menjual berbagai macam hardware dan software yang berbentuk.
  • Jasa
    Sedangkan dalam bisnis jasa, penyedia menyediakan layanan jasa yang berkaitan dengan teknologi informasi, contohnya:

    • Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki keahlian dalam web/mobile development yang bertugas untuk membuat, memperbaiki dan mengurus aplikasi internet ataupun aplikasi di ponsel.
    • Konsultan yang bekerja dengan menyarankan klien-klien mereka tentang apa saja yang diperlukan untuk memenuhi sasaran bisnis. Selain itu, mereka juga menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan teknologi informasi.
    • Para pedagang yang menyediakan barang dagangannya secara online juga termasuk. Mereka memanfaatkan internet dan teknologi informasi untuk menjual produk mereka.

Kode Etik Penggunaan Internet

Kode etik dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda atau pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku dan berbudaya. Tujuan kode etik adalah agar profesionalisme memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa. Dengan adanya kode etik juga akan melindungi individu dari melakukan perbuatan yang tidak profesional. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial.

Lalu apa itu etika dalam menggunakan internet? Etika dalam menggunakan internet atau yang akrab disebut Netiket adalah pedoman dalam menggunakan interaksi dengan sesama pengguna internet. Standar netiket sendiri ditetapkan oleh sebuah badan yang bernama IETF (The Internet Engineering Task Force), sebuah komunitas internasional yang merupakan kumpulan dari peneliti, perancang jaringan dan operator yang berperan dengan pengoperasian internet.

Hadirnya internet telah membentuk suatu komunitas masyarakat tersendiri. Inilah yang menjadi alasan mengapa kode etik dalam menggunakan internet sangat penting, antara lain:

  • Pengguna internet berasal dari berbagai negara yang memiliki budaya, bahasa dan adat yang berbeda-beda.
  • Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup di dalam sebuah dunia baru yang tidak mengharuskan pernyataan keaslian identitas seseorang.
  • Berbagai macam fasilitas yang diberikan oleh internet memungkinkan seseorang untuk bertindak tidak sesuai etika yang mungkin juga bisa membuat pertengkaran atau perdebatan yang tidak sehat.

Sedangkan beberapa contoh kode etik dalam menggunakan internet adalah:

  • Perhatikan dalam penggunaan huruf kapital. Mungkin hal yang sepele, namun informasi yang didapat bisa berbeda dengan maksud informasi yang dikirim hanya karena penggunaan huruf kapital yang tidak tepat.
  • Berhati-hati terhadap informasi yang diterima. Beberapa informasi yang berkeliaran di internet merupakan informasi palsu atau hoax. Perlu diperhatikan ketika membaca sebuah berita di internet, carilah artikel lain yang dapat membenarkan artikel yang baru dibaca untuk mengetahui keasliannya.
  • Mengetahui perbedaan ‘CC’ dan ‘BCC’ dalam e-mail. Masih banyak pengguna internet yang tidak mengetahui perbedaan ‘CC’ dan ‘BCC’ dalam e-mail.
  • Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan dengan pornografi dan/atau yang menyinggung perbedaan suku, agama, ras dan asusila. Di beberapa negara, hal ini melanggar hukum dengan ancaman penjara.

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_profesi

http://www.academia.edu/9388625/NETIKET_Etika_dalam_penggunaan_Internet

http://irfandasiagian.blogspot.co.id/2015/04/kode-etik-penggunaan-internet.html

Mengapa Softskill Tidak Penting

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas secara singkat mengenai softskill. Ada 2 softskill yang saya bahas disini. Yang pertama, pengertian softskill itu sendiri. Dan yang kedua, mata kuliah softskill di Universitas tempat saya belajar dan pengaruhnya.

Menurut Wikipedia, soft skills biasanya terasosiasi dengan kecerdasan emosional seseorang. Kecerdasan emosional yang dimaksud adalah seperti tata cara berbahasa, tata cara berkomunikasi, menjalin hubungan sosial, sifat kepemimpinan, dsb. Softskill sendiri sama pentingnya dengan hardskill yang melihat derajat pendidikan dan ilmu pendidikan yang dimiliki seseorang.

Berikut pengertian softskill menurut beberapa ahli:

  • I Nyoman Sucipta
    Beliau menyampaikan bahwa softskill adalah skill yang berkaitan dengan hubungan antar manusia, seperti bagaimana melakukan conflict resolution, memahami personal dynamics dan melakukan negosiasi.
  • Widhiarso
    Beliau mengatakan bahwa softskill adalah seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain.

Jadi, sebenarnya softskill adalah kemampuan yang wajib dipelajari oleh setiap orang agar mampu beradaptasi dengan baik dalam dunia pekerjaan yang akan mereka tekuni.

Lalu, apa yang tidak penting dari softskill? Bukan tidak penting, melainkan kurang penting. Pendidikan softskill yang diberikan di Universitas tempat saya belajar kurang begitu efektif. Dengan mata kuliah yang hanya dijadwalkan 4 kali pertemuan dari 14 minggu, dan kebanyakan hanya diisi dengan mengisi absen dan memberikan tugas berupa tulisan yang sebenarnya sudah tersebar banyak di dunia maya, pelajaran softskill menjadi kurang efektif dan kurang berdampak bagi kecerdasan emosional mahasiswa itu sendiri. Dengan memberikan tugas yang jawabannya mudah ditemukan di dunia maya malah membuat mahasiswa menjadi malas dan hanya mengandalkan artikel orang lain untuk mendapatkan nilai tanpa mengerti apa yang mereka tulis di artikel mereka. Kecerdasan emosional berupa tata cara berbahasa pun kadang dilupakan karena hanya sedikit mahasiswa yang benar-benar memperhatikan apa yang mereka salin dari artikel lain ke artikel mereka.

Keterbatasan UU Telekomunikasi dalam Mengatur Penggunaan TI

UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elekronik) yang disahkan DPR pada 25 Maret 2008 menjadi bukti bahwa Indonesia tak lagi ketinggalan dari negara lain dalam membuat peranti hukum di bidang cyberspace law. UU ini merupakan cyberlaw di Indonesia, karena muatan dan cakupannya yang luas dalam membahas pengaturan di dunia maya.

UU ITE ini mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya,baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya.  Pada UU ITE ini juga diatur berbagai ancaman hukuman bagi kejahatan yang dialkuakn melalui internet. UU ITE juga mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis di internet dan masyarakat pada umumnya guna mendapatkan kepastian hukum, dengan diakuinya bukti elektronik dan tanda tangan digital sebagai bukti yang sah di pengadilan.

Manfaat UU ITE

Beberapa manfaat dari UU. No 11 Tahun 2008 tentang (ITE), diantaranya:

  • Menjamin kepastian hukum bagi masyarakat yang melakukan transaksi secara elektronik.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia
  • Sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kejahatan berbasis teknologi informasi
  • Melindungi masyarakat pengguna jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Dengan adanya UU ITE ini, maka:

  • Transaksi dan sistem elektronik beserta perangkat pendukungnyamendapat perlindungan hukum. Masyarakat harus memaksimalkan manfaat potensi ekonomi digital dan kesempatan untuk menjadi penyelenggara Sertifikasi Elektronik dan Lembaga Sertifikasi Keandalan.
  • E-tourism mendapat perlindungan hukum. Masyarakat harusmemaksimalkan potensi pariwisata indonesia dengan mempermudahlayanan menggunakan ICT.
  • Trafik internet Indonesia benar-benar dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa. Masyarakat harus memaksimalkan potensi akses internet indonesia dengan  konten sehat dan sesuai konteks budaya Indonesia.
  • Produk ekspor indonesia dapat diterima tepat waktu sama dengan produk negara kompetitor. Masyarakat harus memaksimalkan manfaat potensikreatif bangsa untuk bersaing dengan bangsa lain keterbatasan UU ITE.

Didalam UU No. 36 telekomunikasi berisikan sembilan bab yang mengatur hal-hal berikut ini; Azas dan tujuan telekomunikasi, pembinaaan, penyelenggaraan telekomunikasi, penyidikan, sanksi administrasi, ketentuan pidana, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. Undang-Undang ini dibuat untuk menggantikan UU No.3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, karena diperlukan penataan dan pengaturan kembali penyelenggaraan telekomunikasi nasional yang dimana semua ketentuan itu telah di setujuin oleh DPRRI.

UU ini dibuat karena ada beberapa alasan, salah satunya adalah bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat cepat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi.

Jadi berdasarkan UU No.36 tentang telekomunikasi, disana tidak terdapat batasan dalam penggunaan teknologi informasi,karena penggunaan teknologi informasi sangat berpeangaruh besar untuk negara kita,itu apa bila dilihat dari keuntungan buat negara kita karena kita dapat secara bebas memperkenalkan kebudayaan kita kepada negara-negara luar untuk menarik minat para turis asing dan teklnologi informasi juga merupakan hal yang sangat bebas bagi para pengguna teknologi informasi untuk disegala bidang apapun.

Sumber :

http://roseshit.blogspot.com/2012/03/keterbatasan-undang-undang.html

http://muhammadabcdefahrizal.blogspot.com/2012/03/keterbatasan-uu-telekomunikasi-dalam.html